Thursday, May 23, 2013
Wednesday, May 22, 2013
kisi2 soal b.inggris kls3
hai rekan-rekan bloger, berikut saya akan mencoba memposting sebuah file sebagi ajang belajar meupload saya. kalau ada yang mau boleh lihat...lihat disini kisi kls 3_1 - Download #
Friday, May 3, 2013
merubah makana ketunanetraan melalui braille dan alat-alat bantu mobilitas
mengubah makna Ketunanetraan melalui Braille dan Alat-alat Bantu Mobilitas
mata adalah jendela tubuh. Mau membaca, menulis,mengenali benda, menikmati keindahan alam, membedakan warna hingga mengenal karakter orang , membutuhkan mata. Betapa pentingnya mata ,. Bila fungsi mata terganggu ,maka akan menghambat akses terhadap informasi. Hal ini merupakan opini sebagian besar masyarakat, yang belum mengenal kaum tunanetra.
Orang bijak mengatakan: “ mau menguasai alam semesta,akseslah buku sebanyak mungkin”
Potongan kalimat ini mengandung makna yang sangat
bernas. Namun
agar dapat menimba
informasi tersebut haruslah mampu baca tulis
dan berhitung “calistung” karena kumpulan informasi tersebut dibangun dari deretan huruf-huruf
dan angka-angka yang berkolaberasi membentuk sejumlah kalimat informatif. Dalam proses ini,ada yang mengunakan visual untuk calistung, yang lain lewat
ujung-ujung jari, ada pula mempergunakan kaki, bahkan dengan mulut. untuk
melakukan calistung, tampa mata inilah yang dikatakan berkebutuhan khusus. Wujud huruf yang dipergunakan juga
bermacam-macam. ada huruf kanji, gambar, bahkan huruf timbul yakni braille. Nah kalangan yang mengandalkan
kepekaan ujung-ujung jari untuk mengakses huruf-huruf timbul inilah yang dikatakan kaum tunanetra.
Tunanetra adalah individu yang mengalami masalah
dengan visual. baik lowvision
“memiliki kemampuan terbatas”, maupun totally blind “sama
sekali tidak bisa melihat”. Intinya kaum
tunanetra tidak mampu memanfaatkan indra
mata dengan efektif
lagi. Contohnnya penulis, yang notabene sejak lahir, tidak bisa melihat indahnya alam
semesta ini. lahir dari keluarga
kurang mampu dan hidup di desa terpencil. Ketika berusia 7 tahun Ibunda
mengantar kesekolah ,di desa,. Tapi tiga bulan kemudian terpaksa berhenti karena dianggap tidak
mampu mengikuti pelajaran, terutama membaca dan menulis
latin. Penulis hanya pasrah mesti tak rela. sudah
jatuh, ditimpa tangga pula. Sudah buta fisik ditambah pula
buta huruf. Lengkaplah sudah penderitaan ini. di rumah bagai hidup disangkar emas. Sedang Di masyarakat bagai anak ayam tampa
induk. Hidup antara penjara dan belantara.
Setelah sekian lama harus hidup dalam ketidak pastian, Akhirnya selimut kabut pekat yang menutup,mulai tersisih, seiring dengan terbitnya sang mentari di ufuk timur. ketika salah seorang Famili dari kota mengabarkan bawa di kota ada sekolah luar biasa. Menurut dia, sekolah itu khusus untuk anak-anak cacat sepertikebutuhanku. awalnya Ibu menolak untuk mengirim penulis kesana.
“kalau kamu sekolah terus bisa apa”, Kata ibu. “lagi pula dari mana biaya sekolahmu, saudara-saudara kamu saja tersekolahkan suda syukur”
ekonomilah alasan utama Ibu untuk tidak berniat menyekolahkan penulis . selain itu,ada rasa sepele akan pendidikan anak buta. Mereka merasa sekolah itu tak ada faedahnya. “ok, sekarang bapak dan mama masih sehat, tentu masih bisa beri aku makan,, bila kelak kalian tiada, kemana aku?” kalimat itu tersembur dari mulutku seraya mata berkaca-kaca.
Akhirnya berkat bujukan family dari kota, penulis boleh diantar ke SLB/a negri Korpri di berastagi.
saat pertama duduk di kelas, pak Patoh Ginting “sang guru “membacakan sejarah braille. Seusai mendengar kisah itu, penulis terssadar, ternyata bukan hanya penulis yang buta.
Nama loice braille dari Prancis, tak akan pernah terlupakan. atas penemuannyalah kaum buta tidak lagi buta huruf. bisa mengenal huruf braille dengan kepekaan ujung-ujung jarinya.
formasinya terdiri dari enam titik. 1 2 3, berurutan secara vertical dari atas kebawah pada sisi kiri dan sebaliknya 4 5 6 pada sebelah kanan. menulis dari kanan ke kiri dan membaca dari kiri ke kanan. Dengan alat cetak diberi nama reglat dan stilus sebagai alat cetakan hurufnya.
Sungguh reglat nama yang setara dengan fungsinya ,memulihkan kebahagiaan kaum tunanetra sebagaimana yang penulis alami .
Hari-hari tinggal di asrama sekolah terasa mengasikan, di samping bisa sekolah, bergaul dengan rekan senasib, bahkan rasanya lebih nyaman dari pada tinggal di rumah sendiri. tak terasa kegiatan calistung telah berlangsung beberapa bulan. Tak ada hambatan yang berarti. kini aku telah mampu calistung walau masi terbata-bata. Hari-hari berjalan dengan meraba-raba huruf braille. Sepertinya penulis baru keluar dari penjara yang menyesakan. Semua buku-buku braille yang ada di kelas dibaca meski belum tahu maknanya sepenuhnya. Mulai dari buku pelajaran, cerita hingga majalah gema braille. semuanya habis terbaca.
pada saat mata pelajaran pelajaran khusus Orientasi Mobilitas bapak Ginting mengenalkan sebatang benda yang masih terasa asing. Kata bapak Ginting tongkat inilah yang akan menjadi pengganti mata kaum tunanetra saat berjalan” dengan rasa penasaran saya raba perlahan-lahan. Mulai dari bagian atas terdapat lengkungan membentuk setengah lingkaran, kemudian terdapat bagian yang dililiti dengan karet kata pak guru inilah bagian yang menjadi tempat pegangan. Beberapa centi kebawah terdapat semacam tempelan berwarna merah, sebagai penanda tongkat tunanetra. Dan pada bagian ujung terdapat tip yang bersentuhan dengan permukaan jalan. kata bapak guru” pakailah tongkat ini saat berpergian. tongkat ini akan menganti mata kaum tunanetra saat berjalan. Karena pengguna tongkat ini dilindungi undang-undang.” Sayangnya aku lupa UU no berapa yang disebut bapak guru waktu itu.
dengan sabar penulis pelajari teknik menggunakannya mulai dari menyelusurijalanan, menaiki tangga hingga cara menyebrang dijalan raya. Pertama terasa canggung, tapi lama kelamaan tongkat ini semakin menyatu dengan diri saya. Bila awlnya ada perasaan canggung, janggal bahkan malu saat menggunakannya, justru sekarang berubah total, bila berpergian tampa menggunakan tonggkat, rasanya tidak nyaman.
Singkat cerita penulis pindah meneruskan studi di kota medan. tinggal di komplek SLB/a yapentra. Dan bersekolah di sekolah umum yang disebut pendidikan inklusi, di sini,. Braille dan tonggkat putih menjadi alat yang sangat berjasa bagiku. Setiap hari penulis harus berangkat dari rumah ke Smu RK. Serdang murni “km12” ke asrama. Setiap hari pulang pergi,di tepi jalan raya, naik turun kendaraan umum selayaknya anak sekolah umum. Tongkat putih setiap hari memapah dan Braille menjadi media komunikasi. semua buku pelajaran harus dialih huruf ke Braille. Meski sulit, nyatanya bisa. Sejak kelas satu penulis meraih rengking 3 terbaik di kelas.
setelah lulus dari sma, pendidikan berlanjut ke Universitas Katholik Santo Thomas Medan, meski berjuta hambatan menerpa NamunAku bisa lulus tepat waktu. memperoleh gelar strata 1,sarjana sastra dan Bahasa Inggris. Dan sekarang penulis bekerja di SLB/A Yapentra.
sekarang penulis merrasa tengah berubah, dari tersisih menjadi terpilih, hidup di masyarakat, berkeluarga, bahkan berperan dalam kegiatan masyarakat. Penulis setiap tahun dipercaya menjadi ketua juri lomba baca braille yang diselenggarakan oleh badan perpustakaan sumut,dalam rangka hari buku.
Terima kasih wahai tongkat putih dan loice
braille.
Tuesday, April 2, 2013
Monday, March 4, 2013
Catatan Glan Putra: Aplikasi Komputer dan Internet - Pertemuan II
Catatan Glan Putra: Aplikasi Komputer dan Internet - Pertemuan II: Pengenalan Sistem Operasi Windows 7 Kompetensi : Memahami layout Windows 7 Memahami fungsi - fungsi yang ada di Windows 7 Memaham...
Sunday, February 17, 2013
Wednesday, February 13, 2013
Saturday, February 9, 2013
membahagiakan diri lewat kebahagiaan orang lain
kawan-kawan bloger, tujuan akhir kita di dunia ini sejujurnya adalah mencari kebahagiaan.
namun sadarkah kita bahwa kebahagiaan itu sesungguhnya ada di sekitar kita?
orang sering mendefinisikan kebahagiaan itu lewat ukuran materi. ada pula memandang kebahagiaan dengan jabatan.
sesungguhnya kebahagiaan itu bukanlah, harta atau kemasyran jasmani. kebahagiaan adalah urusan perasaan, hati, kenyamanan bahkan rasa yang tak dapat dilukiskan s=dengan kemegahan.
mau tahu rahasia kemegahan kebahagaiaan itu, datanglah keyapentra, lihat disana keagungan tuhan, lewat keterbatasan anak-anak didiknya, kamu mustahil akan menyadari makna kebahagiaan itu.
sehari kamu membuat hati kaum tunanetra tersenyum, kamu akan bisa tersenyum setahun. kami beraktifitas seadaanya, bersekolah meski penuh keterbatasan. tiada harta tiada masa depan yang pasti, tapi kami harus optimis.
kedatangan kalian bagi kami adalah titik-titik masa depan.
sapaan kalian adalah tangga kesuksesan kamil=.
mari bagikan senyummu maka kalian akan lebih kaya senyum.
arjuna peranginangin S.pd
081264343329
membahagiakan diri dengan membahagiakan sekitar
namun sadarkah kita bahwa kebahagiaan itu sesungguhnya ada di sekitar kita?
orang sering mendefinisikan kebahagiaan itu lewat ukuran materi. ada pula memandang kebahagiaan dengan jabatan.
sesungguhnya kebahagiaan itu bukanlah, harta atau kemasyran jasmani. kebahagiaan adalah urusan perasaan, hati, kenyamanan bahkan rasa yang tak dapat dilukiskan s=dengan kemegahan.
mau tahu rahasia kemegahan kebahagaiaan itu, datanglah keyapentra, lihat disana keagungan tuhan, lewat keterbatasan anak-anak didiknya, kamu mustahil akan menyadari makna kebahagiaan itu.
sehari kamu membuat hati kaum tunanetra tersenyum, kamu akan bisa tersenyum setahun. kami beraktifitas seadaanya, bersekolah meski penuh keterbatasan. tiada harta tiada masa depan yang pasti, tapi kami harus optimis.
kedatangan kalian bagi kami adalah titik-titik masa depan.
sapaan kalian adalah tangga kesuksesan kamil=.
mari bagikan senyummu maka kalian akan lebih kaya senyum.
arjuna peranginangin S.pd
081264343329
membahagiakan diri dengan membahagiakan sekitar
Sunday, February 3, 2013
ayo ulurkan tangan bagi Yapentra
yapentrfa adalah singkatan dari yayasan pendidikan tunanetra Sumatra. lembaga ini berada di bawah payung gereja kristen protenstan Indonesia.
lembaga ini bergerak khusus bagi peningkatan pendidikan anak berkebutuhan khusus. "tunanetra"
saat ini yapentra memiliki sekitar 65 anak didik, mulai dari tingkat SD hingga mahasiswa.
bagaimana mereka belajar?
anak tunanetra belajar menggunakan tullisan braille."huruf timbul" belajrr dengan materi sama dengan anak sekolah umum. kalao tingkat dasar mereka belajar di kompleks Yapentra. dididik oleh seka\itar 18 orang guru. kalau tingkat smp, sma, dan perguruan tinggi mereka belajar di beberapa sekolah yang menyebar di sekitar lubuk pakam maupun kota medan.
dari mana biayanya?
anak tunanetra umumnya berasal dari masyarakat berkemampuan ekonomi lemah. alias elit. seingga biaya pendidikan dan pemondokan seluruhnya harus dipikirkan oleh yapentra.
yapentra selama ini mendapat bantuan dari masyarakat secara sukarela. umumnya masyarakat tiongha.
dan sebagtian kecil lainnya dari kalangan masyarakat gereja. serta sebagian kecil lainnya dari pemerintah. melalua\i bantuan spontanitas "tidak mengin\kat/.
bagaimana cara mendistribusikan bantuan ke yapentra?
selama ini masyarakat menyalurkan bantuan ada yang datang langsung ke yapentra, membawa sejumlah bantuan berupa sembako dan ada pula yang memberi uang kes.
cara lain bagi donateur yang tidak memiliki waktu yang cukup mereka menyalurkan bantuannya langsung ke rekening yapentra.
singkatnya tiada yang mustahil bila ada niat dan kemauan.
akhirnya kesuksesan yapentra adalah kesusesan kita semua.
doa kami beserta kita semua. info lembih jelas
hubungi tlp:
kantor 0617940467
hp: direktur:
pdt. j. silitonga M.Th 082167660922
email: tyapentra@yahoo.com ,
Wednesday, January 16, 2013
BAHASA INGGRIS ANAK INDONESIA: Bahasa Inggris SD
BAHASA INGGRIS ANAK INDONESIA: Bahasa Inggris SD: Bahasa Inggris SD merupakan pendidikan dasar dan bekal bagi anak-anak Sekolah Dasar sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut di SLTP/MTs....
BAHASA INGGRIS ANAK INDONESIA: Bahasa Inggris SD
BAHASA INGGRIS ANAK INDONESIA: Bahasa Inggris SD: Bahasa Inggris SD merupakan pendidikan dasar dan bekal bagi anak-anak Sekolah Dasar sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut di SLTP/MTs....
Subscribe to:
Posts (Atom)